Tutup Mulut Bisa Kartu Merah? Simak Regulasi Unik FIFA di Piala Dunia 2026

Foto: FIFA World Cup

Jakarta, ruangkaji.id — Turnamen sepak bola terbesar di jagat raya, Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, resmi menjadi panggung uji coba revolusi hijau di atas lapangan hijau. Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) memberlakukan serangkaian regulasi radikal baru demi menjamin efektivitas waktu bermain sekaligus memberantas tindakan tidak sportif.

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga ritme permainan agar tetap tinggi dan menghibur penonton.

Bagi Anda pencinta sepak bola, berikut adalah rangkuman aturan baru yang mengubah wajah permainan di sepanjang turnamen:

Aturan 5 Detik Lemparan & Tendangan Gawang, Wasit kini memiliki wewenang memberikan hitungan mundur visual selama lima detik. Jika pemain melebihi batas waktu saat lemparan ke dalam, bola berpindah ke lawan. Lebih ekstrem lagi, jika kiper mengulur waktu tendangan gawang, tim lawan langsung dihadiahi sepak pojok.

Aturan Keluar Lapangan 10 Detik, Pemain yang diganti harus keluar lapangan dalam waktu maksimal 10 detik. Jika sengaja berjalan lambat, pemain penggantinya harus menunggu di pinggir lapangan selama satu menit penuh, memaksa tim bermain dengan 10 orang sementara waktu.

Karantina Medis 1 Menit, Pemain yang menerima perawatan cedera di lapangan wajib keluar dan dilarang masuk kembali selama minimal 60 detik setelah laga dilanjutkan, guna meminimalkan taktik pura-pura cedera.

Demi mempermudah pelacakan kata-kata diskriminatif, rasis, atau homofobik, pemain yang sengaja menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, atau jersi saat berkonfrontasi dengan lawan akan langsung diganjar kartu merah langsung. Langkah disiplin ini juga diperkuat dengan aturan bahwa hanya kapten tim yang boleh mendekati wasit untuk berdiskusi. Tim yang melakukan aksi walk-out sebagai bentuk protes juga diancam sanksi diskualifikasi berat.

Teknologi VAR mendapatkan perluasan fungsi krusial. Sekarang, asisten video dapat mengoreksi kesalahan kartu kuning kedua dan memverifikasi keabsahan klaim sepak pojok. Di sisi lain, penggunaan sensor internal pada bola resmi serta kamera khusus di tubuh wasit (body cams) memberikan transparansi instan bagi penonton layar kaca.

Tidak hanya di dalam lapangan, FIFA juga memperketat aturan di area tribun. Penggunaan vuvuzela, klakson udara, dan pointer laser resmi dilarang demi kenyamanan bersama. Namun, penonton mendapatkan kelonggaran untuk membawa satu botol air minum plastik tersegel (maksimal 600 ml) untuk menjaga hidrasi di tengah cuaca panas ekstrem.

 

Related