New Jersey, ruangkaji.id – Ayyoub Bouaddi menjadi salah satu sorotan utama dalam laga Maroko kontra Brasil yang berakhir imbang 1-1 pada pertandingan Piala Dunia 2026 grup C hari Minggu (14/6/2026). Gelandang klub Prancis, Lille berusia 18 tahun itu tampil luar biasa dalam debutnya di ajang terbesar sepak bola dunia dan menunjukkan kualitas yang jauh melampaui usianya.
Menghadapi tim sekelas Brasil tidak membuat Bouaddi kehilangan kepercayaan diri. Pemain muda Maroko tersebut tampil tenang dalam mengatur tempo permainan di Stadion New York Jersey pada Minggu, 14 Juni 2026 dini hari dengan mencatatkan akurasi umpan sebesar 91 persen setelah menyelesaikan 60 dari 66 operan. Bahkan, seluruh 16 umpannya di sepertiga akhir lapangan sukses menemui sasaran.
Kontribusinya juga terasa kuat saat tim kehilangan bola. Bouaddi mencatat enam kali recovery, lima intersepsi, dan memenangkan sembilan duel sepanjang pertandingan. Bintang Brasil Romario dalam sebuah kesempatan mengungkapkan kekagumannya atas Bouaddi yang ada di hampir semua jengkal lapangan, bergerak, menciptakan peluang dan memotong bola.” Jika dia terus seperti ini, dia akan mencapai level yang tinggi,” ungkap Romario. Performa tersebut membantu Maroko meredam agresivitas Brasil dan mengamankan satu poin penting dari laga pembuka mereka.
Penampilan impresif di usia yang masih 18 tahun membuat nama Ayoub Bouaddi langsung masuk radar para pecinta sepak bola dunia. Debut gemilang melawan Brasil dalam laga yang berakhir 1-1 itu menjadi sinyal bahwa Maroko mungkin telah menemukan bintang baru yang siap bersinar di level tertinggi sepak bola internasional. “Mari kita pertahankan mentalitas ini. Ini baru permulaan,” tulis Bouaddi dalam akun X-anya pasca pertandingan melawan Brasil.