Dari Dapur Bangsawan ke Jalanan Kota: Jejak Awal Gelato yang Menjadi Simbol Kenikmatan Italia

Foto: Travelzoo

Jakarta, ruangkaji – Semangkuk gelato hari ini mungkin terlihat sederhana—dingin, lembut, dan manis di lidah. Namun di balik tampilannya yang modern, makanan penutup khas Italia itu menyimpan perjalanan panjang yang berawal dari eksperimen dapur para bangsawan Eropa berabad-abad silam.

Sejarah mencatat, akar gelato dipercaya muncul dari tradisi pencampuran salju pegunungan dengan madu dan sari buah yang telah dikenal sejak era Romawi kuno. Kaisar Romawi bahkan disebut meminta es dari pegunungan Alpen untuk disajikan bersama campuran buah segar sebagai hidangan mewah kerajaan. Akan tetapi, bentuk gelato yang lebih mendekati versi modern baru berkembang di Italia pada masa Renaisans.

Nama yang kerap dikaitkan dengan kelahiran gelato modern adalah seorang seniman dan arsitek asal Firenze bernama Bernardo Buontalenti. Pada abad ke-16, ia dipercaya menciptakan resep krim beku berbahan susu, madu, kuning telur, dan sedikit anggur manis untuk jamuan keluarga bangsawan Medici. Racikan itu kemudian dianggap sebagai salah satu fondasi awal gelato Italia.

Perjalanan gelato semakin berkembang ketika seorang warga Sisilia bernama Francesco Procopio dei Coltelli membuka kafe di Paris pada akhir abad ke-17. Ia memperkenalkan teknik pendinginan yang lebih modern dan menjual gelato kepada publik, bukan hanya kalangan elite. Dari sinilah gelato mulai dikenal luas di Eropa sebagai simbol gaya hidup dan kuliner berkelas.

Berbeda dengan es krim biasa, gelato dibuat dengan kandungan lemak lebih rendah dan proses pengadukan lebih lambat. Teknik tersebut menghasilkan tekstur yang lebih padat, halus, dan rasa yang terasa lebih kuat di lidah. Karena disajikan pada suhu sedikit lebih hangat dibanding es krim konvensional, aroma bahan alami pada gelato juga lebih mudah muncul.

Kini, gelato telah berubah dari sajian istana menjadi bagian budaya populer dunia. Di berbagai sudut kota Italia, toko-toko gelato berdiri layaknya galeri rasa, menghadirkan kombinasi klasik seperti pistachio dan vanila hingga varian modern berbahan kopi, cokelat premium, bahkan rempah-rempah lokal. Dari sejarah panjang itu, gelato tidak sekadar makanan penutup, melainkan warisan rasa yang bertahan melintasi zaman.

 

Related