Menepis Bumi Datar: Kisah Al-Idrisi, Ilmuwan Muslim Abad Pertengahan Pencipta Globe Pertama

Jakarta, ruangkaji.id – Teori konspirasi tentang bumi datar ternyata bukan barang baru. Ratusan tahun lalu, perdebatan ini sudah selesai di tangan seorang ilmuwan Muslim jenius bernama Abu Abdullah Muhammad Al-Idrisi. Lahir di Ceuta, Maroko, pada tahun 1100 M, pria yang akrab disapa Al-Idrisi ini dikenang sejarah sebagai “Bapak Geografi Modern” karena kontribusi besarnya dalam memetakan bumi.

Tanpa teknologi GPS atau Satelit, bagaimana Al-Idrisi bisa menggambar peta dunia yang begitu presisi? Yuk, simak kisah inspiratifnya!

Kehebatan Al-Idrisi dalam mengolah data geografis terdengar hingga ke telinga Raja Roger II, penguasa Kristen di Sisilia, Italia. Sang raja yang kagum dengan kecerdasan Al-Idrisi kemudian mengundangnya ke istana.

Raja Roger II memberikan fasilitas penuh dan memintanya membuat sebuah peta dunia baru yang belum pernah ada sebelumnya. Al-Idrisi menyanggupi tantangan tersebut. Proyek raksasa yang mempertemukan kolaborasi lintas agama dan budaya ini pun dimulai.

Al-Idrisi tidak asal menggambar. Ia menggunakan metode ilmiah yang sangat ketat melalui beberapa langkah:

Riset Literatur: Mempelajari data astronomi dan geografi dari peradaban Yunani dan Islam klasik.

Wawancara Mandiri: Menginterogasi ribuan pelaut, pedagang, dan penjelajah yang baru pulang dari berbagai belahan dunia.

Verifikasi Data: Jika ada dua cerita yang berbeda tentang satu lokasi, ia akan mengirim utusan khusus untuk mengecek langsung koordinatnya.

Sistem Koordinat: Mahir menentukan posisi wilayah hanya menggunakan garis lintang dan garis bujur pada papan gambar.

Setelah bekerja keras selama kurang lebih 15 tahun, Al-Idrisi melahirkan dua karya monumental pada tahun 1154 M:

1. Bola Dunia (Globe) Perak

Ia membuat sebuah bola dunia raksasa berbahan perak murni seberat 400 pon. Di atas permukaan perak tersebut, ia mengukir dengan detail tujuh benua, aliran sungai, danau, kota-kota besar, hingga rute perdagangan dunia. Penemuan yang disebut Lauhul Tarsim inilah yang menjadi cikal bakal globe modern saat ini.

2. Kitab al-Rujari (Tabula Rogeriana)

Sebuah buku atlas geografi paling lengkap di zaman itu. Buku ini berisi 70 peta wilayah yang sangat detail. Uniknya, Al-Idrisi menggambar peta tersebut dengan posisi Selatan di atas dan Utara di bawah. Tradisi ini lazim di kalangan geografer Muslim kala itu demi menempatkan Kota Makkah sebagai pusat dunia.

Peta buatan Al-Idrisi menjadi satu-satunya panduan geografi paling tepercaya selama lebih dari 300 tahun di Eropa dan dunia Islam. Bahkan, para sejarawan meyakini bahwa peta Al-Idrisi inilah yang menginspirasi para penjelajah besar Eropa, termasuk Christopher Columbus, untuk berlayar mengarungi samudra hingga menemukan benua baru.

Melalui goresan tintanya, Al-Idrisi membuktikan bahwa sains mampu menyatukan perbedaan dan membuka mata manusia tentang luasnya dunia tempat kita tinggal.

 

Related