Dari 48 Tim, Meksiko dan Afrika Selatan Tampil di Pertandingan Perdana

Stadion Azteca

Jakarta, ruangkaji.id – Sebanyak 104 pertandingan akan dimainkan dalam turnamen tim internasional paling bergengsi di dunia ini selama lima minggu dan lima hari. Sebanyak 3 negara akan menjadi tuan rumah bersama dalam turnamen 4 tahunan yang diselenggarakan oleh FIFA ini. Turnamen ini sendiri akan memainkan babak puncaknya pada tanggal 19 Juli 2026 di Stadion Metlife, New York City yang memiliki kapasitas 82.500 tempat duduk.

Pecahnya perang antara tuan rumah AS dan Iran, kemarahan atas penolakan visa, kritik atas mahalnya harga tiket, biaya penginapan serta perjalanan ke stadion mewarnai berjalannya turnamen tahun 2026 ini. Beberapa kelompok pembela hak asasi manusia termasuk Amnesty International telah memperingatkan kepada para penggemar terkait resiko serius dari petugas imigrasi dan bea cukai AS termasuk penjaga perbatasan.

PRANCIS MASUK FAVORIT JUARA

Finalis Qatar 2022, Prancis jadi tim favorit untuk menjuarai turnamen ini, bersama tim juara Eropa Spanyol. Sementara juara bertahan Argentina, yang masih menyertakan Lionel Messi dalam skuad mereka tahun ini, akan menjadi pesaing Utama – bersama dengan tim unggulan Eropa lainnya yakni Portugal dengan Cristiano Ronaldo yang menjadi penyerang utamanya. Piala Dunia 2026 ini disebut-sebut akan menjadi ajang “Dansa Terakhir” bagi Lionel Messi yang kini berusia 39 tahun dan Cristiano Ronald yang kini berusia 40 tahun.

Editor situs web sepak bola Portugal Portugal.net mengatakan bahwa orang Portugal cukup pesimis dalam hal tim nasionalnya. “Tapi lebih banyak optimisnya dari turnamen sebelumnya, yang mana hanya CR7 dan 10 pemain lainnya karena (dulu) dia jauh lebih unggul dari yang lain. Sementara kini telah berbalik, 10 dari kami dan CR7, karena ada begitu banyak pemain yang benar-benar berasa pada puncak performa mereka, dan dari sudut pandang sepak bola, lebih penting bagi Portugal dari CR7 itu sendiri”

Portugal sendiri belum pernah memenangkan trofi Jules Rimet ini, dan akan memulai pertandingannya pada Grup K melawan Republik Demokratik Kongo (DRC) pada 17 Juni mendatang di Houston.

SEPULUH TIM AFRIKA

Tim DRC terakhir kali tampil di Piala Dunia tahun 1974, saat negara tersebut dikenal sebagai Zaire. Kini, dibawah kendali pelatih asal Prancis, Sébastien Desabre, DRC menjalani 10 pertandingan di babak kualifikasi hingga melaju ke babak play-off Afrika yang diikuti empat tim pada bulan November 2025 lalu dan muncul sebagai salah satu runner-up terbaik. DRC mengalahkan tim-tim kuat benua Afrika seperti Kamerun dan Nigeria untuk mengamankan satu tempat di babak play-off antar konfederasi. Dan puncaknya pada bulan Maret 2026, mereka mengalahkan Jamaikan di final untuk mengamankan satu tiket ke Piala Dunia 2026.

“Saya bangga memimpin tim ini ke Piala Dunia,” ujar Desabre, yang menjadi pelatih DRC sejak tahun 2022 lalu. Desabre menambahkan bahwa hal ini merupakan tanggung jawab besar oleh karenanya DRC harus menampilkan penampilan yang baik serta menyajikan citra yang positif. “Hadapi kompetisi ini dan kita tunjukkan semua yang telah kita capai empat tahun terakhir ini,” tutupnya.

DRC menjadi satu dari 10 tim Afrika di turnamen akbar tersebut. Angka ini dua kali lebih banyak sejak perluasan peserta turnamen menjadi 48 tim. Saat Piala Dunia masih menggunakan format 32 tim pada tahun antara 1998 dan 2022, Afrika hanya mengirim 5 tim dari 54 asosiasi yang berafiliasi dengan FIFA.

REPRESENTASI YANG TIDAK PROPOSIONAL

Eropa dengan 55 asosiasi yang merupakan badan pengatur sepak bola dunia mendapat jatah 13 tim. Dalam ajang tahun 2026 ini, yang mana pertama kalinya diadakan di tiga negara, Eropa akan mengirim 16 tim. Konfederasi Asia mengirimkan Sembilan tim, termasuk tim debutan Yordania dan Uzbekistan. Concacaf, yang berisi tim-tim di Amerika Utara dan Tengah serta Karibia, mengirimkan enak tim untuk tunamen ini, termasuk di dalamnya pendatang baru Curaçao dan tiga tuan rumah. Enam tim dari konfederasi Amerika Selatan, Conmebol, dan Selandia Baru akan menjadi perwakilan Oseania.

“Demam sepak bola yang Anda rasakan di negara yang lolos ke Piala Dunia adalah alat promosi terbesar dan paling ampuh untuk sepak bola yang dapat Anda miliki,” kata bos FIFA Gianni Infantino setelah rencana 48 timnya diadopsi pada pertemuan dewan FIFA di Zurich pada Januari 2017 silam.

Konfigurasi baru ini akan menghasilkan 12 grup yang terdiri dari empat tim yang akan saling berhadapan satu kali. Dua tim teratas dari setiap grup akan maju ke babak gugur 32 besar, bersama dengan delapan tim peringkat ketiga terbaik. Dari tahap itu, adu penalti akan dilakukan jika kedua tim imbang setelah 30 menit waktu tambahan. Final 2022 berakhir dengan cara tersebut, seperti halnya final Piala Dunia terakhir di AS pada tahun 1994.

Related