Atlanta, ruangkaji.id – Penampilan luar biasa ditampilkan oleh kiper Cape Verde, Vozinha saat menahan imbang tanpa gol favorit juara Piala Dunia, Spanyol pada Selasa dini hari, 16 Juni 2026. Usai peluit panjang berbunyi di Mercedes-Benz Stadium di Atlanta, Vozinha tak kuasa menahan emosinya sebab ibunya tidak dapat menyaksikan momen bersejarah itu secara langsung. “Saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya dan mereka telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Ibu saya juga tidak bisa hadir karena masalah visa dan biaya yang harus dikeluarkan.” Ia memeluk rekan-rekannya selama bermenit-menit dengan raut muka emosional yang tampak jelas di hadapan kamera dan media yang hadir.
Osimar Jose Evora Dias, demikian nama lengkap Vozinha yang menjadi julukan kiper Cape Verde, yang juga berarti “Voice” (Sang Suara) dalam Bahasa Inggris. “Julukan itu ada karena kakek dan nenek saya, saat saya lahir, ayah saya berada di militer dan ibu saya harus bekerja keras, jadi saya tumbuh bersama mereka,” ujar Vozinha kepada FIFA dilansir dari Olympics, Selasa, 16 Jui 2026. Vozinha yang bermain untuk tim kasta kedua Liga Portugal, Chaves ini sukses membukukan kelasnya dengan menjadi pemain terbaik saat melawan La Furi Roja, Spanyol.
Aksi heroiknya di bawah mintar gawang Cape Verde membuat para pemain bintang Spanyol frustasi. Penampilan magisnya itu diganjar dengan rating impresif sebesar 9,0 oleh situs statistik ternama, Fotmob. Dan di balik kesuksesan bersejarah tersebut, terselip sebuah fakta unik yang menghubungkan Vozinha dengan sepak bola tanah air. Yang mana, Vozinha merupakan mantan rekan satu tim penyerang sayap Timnas Indonesia, Witan Sulaeman saat keduanya sama-sama merantau di kompetisi kasta tertinggi Slovakia Bersama AS Trencin.
Loyalitas dan ketangguhan Vozinha di bawah mistar gawang tidak perlu diragukan. Ia melakoni debut bersama tim nasional 14 tahun lalu dan telah mencatatkan lebih dari 80 penampilan bersama skuad Blue Sharks. Pada laga Grup H berikutnya, Cape Verde harus menghadapi Uruguay dan Arab Saudi. Cape Verde harus memaksimalkan hasil pertemuan dengan kedua tim bila ingin menuju ke fase knock-out Piala Dunia 2026.